Terbukti Ada Gawai, Kemenkumham DIY Klaim Penjagaan Lapas Ketat

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 09 Feb 2018 10:45 WIB
lembaga pemasyarakatan
Terbukti Ada Gawai, Kemenkumham DIY Klaim Penjagaan Lapas Ketat
Dua sipir penjara mengunci pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Yogyakarta: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta klaim telah transparan dalam mengelola dan menjaga Lembaga Pemasyarakatan. Sebelumnya, dua lapas di wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY ditemukan narkotika dan lubang penyimpanan gawai.

"Yang jelas kita no narkoba. SDM sudah kami ingatkan. Sistem (penjagaan) sudah kami jalankan," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM DIY, Tedja Sukmana, di Yogyakarta, Jumat, 9 Februari 2018. 

Baca: Petugas Lapas Temukan 20 Gawai di Dalam Sel

Ia mengatakan pengunjung di seluruh Lapas di DIY selalu digeledah lebih dulu. Tak hanya penggeledahan barang bawaan, tapi juga fisik. 

"Supaya jangan ada barang yang masuk. Tiap bulan minimal dua kali ada penggeledahan. Belum yang dadakan. Kalau ada informasi, apa pun (penggeledahan) kita lakukan," ujarnya. 

Tedja juga mengatakan pegawai dan penjaga Lapas juga diberikan pembinaan integritas. Meskipun, kata dia, pembinaan tak menjamin tak ada penyelewengan. Tergantung integritas petugas.

Baca: Napi Pengendali Sabu dari Lapas Solo Ditangkap

"Sanksi untuk tahanan atau pun pegawai lapas ada jika terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi untuk tahanan bisa sembilan bulan tak mendapat remisi. Temuan (20 gawai) kan sudah berat (pelanggarannya)," tambahnya. 

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah menerapkan sistem data based pemasyarakatan. Sistem tersebut untuk mengakses isi penghuni setiap lapas. 

"Semua orang bisa tahu. Di Yogya berapa tahanannya. Di Pariaman bisa dicek. Parameternya ingin menyajikan pelayanan terbaik. Terobosan ini sudah 10 tahun lalu. Masyarakat umum bisa mengaksesnya," ujar Tedja. 

Baca: Gudang Gadget Ditemukan di Sel, Petugas Lapas Diperiksa

Sebelumnya, seorang tahanan di salah satu Lapas di Gunungkidul, terbukti memiliki narkotika jenis sabu. Setelah penyelidikan, peredaran sabu itu dikendalikan napi dari Lapas di Solo, Jawa Tengah. 

Tak lama usai kejadian itu, petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Pakem, Sleman, menemukan 20 gawai yang disimpan di bawah kloset kamar mandi sel. Gawai jenis BlackBerry dan Android itu diduga digunakan salah satu tahanan berinisial Nia untuk mengendalikan peredaran sabu sekitar satu kilogram di wilayah Salatiga, Jawa Tengah. 


(LDS)