BPJS Kesehatan Jateng Minta Tarif dan Besaran Iuran Peserta Kembali Ditinjau

Mustholih    •    Selasa, 07 Nov 2017 17:07 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Jateng Minta Tarif dan Besaran Iuran Peserta Kembali Ditinjau
Ilustrasi -- ANT/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Semarang: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit triliunan rupiah untuk mengatasi pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Demi menekan angka defisit tersebut, pemerintah diminta meninjau kembali tarif, manfaat, dan besaran iuran bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Dari sisi iuran, apakah sudah sesuai dengan perhitungan. Dari sisi tarif, apakah sudah seimbang. Dari sisi manfaat, apakah manfaatnya sudah ter-cover dalam perhitungan iuran," kata Kepala BPJS Kesehatan Jawa Tengah Priyo Jatmiko di Semarang, Selasa 7 November 2017.

(Baca: Sri Mulyani Bakal Suntik BPJS Kesehatan Rp5 Triliun dari DBH Cukai Rokok)

Menurut Priyo, secara nasional, BPJS Kesehatan memang mengalami defisit parah. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara jelas andil Jateng dalam menyumbang defisit bagi BPJS Kesehatan.

"Data regional, saya harus liat data dulu. Karena saya tidak bisa ngomong sembarangan," ujar Priyo.

Meski begitu, Priyo menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebenarnya sudah mendaftarkan masyarakat miskin dan kurang mampu sebagai peserta JKN. Namun, ia tidak mengetahui detail anggaran yang digelontorkan untuk BPJS Kesehatan.

(Baca: 9 Opsi Tekan Defisit BPJS Kesehatan)

Priyo meminta warga Jateng menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, pola hidup sehat sebenarnya punya andil dalam menekan angka defisit BPJS Kesehatan.

"Masyarakat harus mengatur pola makan sehat dan berolahraga," pungkasnya.

 


(NIN)