KKP Ganti Kapal Cantrang Nelayan di Pantura

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 09 Nov 2017 18:18 WIB
nelayan
KKP Ganti Kapal Cantrang Nelayan di Pantura
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berikan bantuan kapal dan paket premi asuransi kepada nelayan Pantura di Pekalongan, Jawa Tengah. (Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan kapal dan paket premi asuransi kepada nelayan Pekalongan, Batang dan Brebes, di Pekalongan, Jawa Tengah. Bantuan diserahkan secara simbolis di  Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kota Pekalongan, Kamis, 9 November 2017.

“Untuk Kota Pekalongan, kami berikan 6 unit kapal, masing-masing 1 unit kapal berbobot 5 Gross Ton (GT) dan 5 unit kapal berbobot 10 Gross Ton (GT). Sedangkan untuk Kabupaten Pekalongan, sementara baru mendapatkan 3 unit kapal berbobot 5 Gross Ton (GT),” kata Direktur Jendral Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja.

Munurut Sjarief, sejak 2016, pihaknya telah memberikan bantuan kapal sebanyak 754 unit, sedangkan pada tahun 2017 ini kembali akan memberikan bantuan kapal sebanyak 782 unit, kepada nelayan di seluruh Indonesia.

“Sekarang saatnya kita bangkit setelah kemarin kita berhasil memukul kapal-kapal asing. Kondisi stok ikan juga sudah mulai kembali, sehingga saatnya kita memberdayakan nelayan-nelayan kecil, dengan sarana dan prasarana yang lebih baik, salah satunya kapal,” ujarnya.

Selain pemberian bantuan kapal, kata Sjarief, pihaknya juga memberikan bantuan premi asuransi untuk nelayan di Batang, Pekalongan, dan Brebes. Di mana untuk realisasi bantuan premi asuransi nelayan di empat kabupaten/kota tersebut sudah mencapai 12.703 nelayan, dengan rincian 2.737 nelayan Batang, 6.309 nelayan Brebes, 3.438 nelayan Kabupaten Pekalongan dan 219 nelayan Kota Pekalongan. 

“Targetnya hingga akhir tahun ini, premi asuransi dapat mengcover 18.300 nelayan,” tambahnya.

Dipaparkan Sjarief, premi asuransi yang diberikan itu merupakan santunan kecelakaan kerja saat melakukan aktivitas penangapan ikan. Untuk yang meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar Rp200 juta, cacat permanen sebesar Rp100 juta, dan sakit sebesar Rp20 juta.

“Sedangkan untuk santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan adalah Rp 160 juta untuk yang meninggal dunia, Rp100 juta untuk cacat permanen dan Rp20 juta untuk yang sakit,” tandasnya.

Untuk meningkatkan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat tangkap ramah lingkungan, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT) bekerjasama dengan salah satu perbankan, membuka gerai permodalan nelayan (Gemonel).

Sampai saat ini terfasilitasi permodalan untuk nelayan Pekalongan sebesar Rp1,47 miliar, Batang sebesar Rp1,03 miliar, dan Brebes sebesar Rp2,6 miliar.
“Harapannya, bisa mewujudkan kejayaan nelayan Indonesia,” pungkasnya.


(ALB)