Ganjar Imbau Semua Pihak Hormati Putusan PTUN Terkait Semen Pati

Antara    •    Selasa, 17 Nov 2015 11:20 WIB
semen
Ganjar Imbau Semua Pihak Hormati Putusan PTUN Terkait Semen Pati
Foto: Warga yang tergabung dalam Aliansi Msyarakat Pati Menggugat (AMPEG) menolak rencana pendirian pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti/Ant_Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak menghormati keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang terkait gugatan penerbitan izin lingkungan atas rencana pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati.

"Kalau yang menang rakyat ya tutuplah, tapi kalau yang menang perusahaan (PT Sahabat Mulia Sakti) mau bagaimana lagi. Putusannya begitu. Kalau mau banding juga boleh," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (17/11/2015).

Ganjar berharap warga Pati taat terhadap hukum yang berlaku. Ia mengimbau warga lapang dada menerima putusan PTUN Semarang.

"Yang penting masyarakat bisa taat hukum karena Indonesia merupakan negara hukum," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Ganjar mengaku dirinya "dibully" di media sosial oleh sejumlah pihak yang menolak pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati. "Ada yang marah-marah kepada saya, bilang kalau Gubernur tidak mengerti. Padahal yang digugat ini bukan saya tapi Bupati Pati," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga mengaku menjalin komunikasi secara baik dengan masyarakat yang menolak pembangunan pabrik semen, termasuk tokoh masyarakat Pegunungan Kendeng, Gunretno.

Warga empat desa di Kabupaten Pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Semarang pada awal Maret lalu. Gugatan terhadap Bupati Pati itu dilayangkan terkait SK Bupati Pati Nomor 660.1/4767 tahun 2014 tertanggal 8 Desember 2014 tentang izin lingkungan pendirian pabrik semen serta penambangan di kawasan Karst Pegunungan Kendeng Utara kepada PT Sahabat Mulia Sakti, anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa. Nilai investasi pembangunan pabrik semen PT SMS itu mencapai Rp7 triliun.

Rencananya, majelis hakim PTUN Semarang akan membacakan putusan gugatan atas izin lingkungan yang dikeluarkan Bupati Pati itu pada hari ini, 17 November 2015.


(TTD)