Pesantren Waria di Bantul Hentikan Aktivitas

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 25 Feb 2016 13:48 WIB
penyegelan
Pesantren Waria di Bantul Hentikan Aktivitas
Sejumlah orang masih tampak berada di lingkungan Pesantren Waria Al-Faatah. Foto: MTVN-Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Bantul: Pesantren Waria Al-Faatah di Kampung Celenan, Dusun Sayangan, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memutuskan menghentikan aktivitas untuk sementara. Keputusan itu diambil usai mediasi pada Rabu 24 Februari 2016 malam.

Kepala Polsek Banguntapan, Kompol Suharno menjelaskan, semalam, pertemuan berlangsung pukul 20.00 WIB. Kesepakatannnya, menghentikan aktivitas pesantren yang sempat mewacanakan membuat fikih waria itu. Penghentian itu, kata dia, disampaikan Ketua Pesantren Waria Al-Faatah, Shinta Ratri.

"Shinta mengatakan akan menghentikan pesantren itu, tapi tidak tahu sampai kapan," kata Suharno menirukan ucapan Shinta, Kamis (25/2/2016).

Suharno mengungkapkan, pertemuan itu menghadirkan ormas Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta yang sebelumnya sempat dituding menyebar pesan berantai ancaman dan surat keberatan atas rencana membuat fikih waria. Selain itu, dihadirkan pula tokoh musyawarah pimpinan kecamatan, tokoh agama, dan dukuh setempat.

"Ya pertemuan itu membahas klarifikasi surat FJI pada Jumat (19 Februari) lalu. Intinya kedua belah pihak selesai masalahnya," kata dia.

Meskipun pihak pesantren memutuskan menghentikan aktivitas, Suharno mengklaim jika hal itu tidak ada paksaan. "Kami sebenarnya tidak melarang aktivitas pesantren mereka," ucapnya.

Ketika Metrotvnews.com mendatangi Pesantren Waria Al-Faatah, suasana tampak begitu sepi. Meski sepi, masih ada sejumlah orang berada di pesantren itu, termasuk Shinta Ratri.

Ketika ditanya soal keputusan menghentikan aktivitas, Shinta enggan memberikan komentar. "Saya no comment," ucapnya singkat.


(SAN)